Minggu, 06 Desember 2015

Karena Tuhan Tak Pernah Ciptakan Sebuah Kebetulan

0

Bismillah :)

"Hai, Halo... kebetulan banget ya kita ketemu disini.." katamu.

Benarkah kebetulan?
Faktanya, tuhan telah punya garisan takdir untuk kita. Mulai dari lahir sampai nantinya kita dipanggil untuk kembali. Lalu, bagaimana ceritanya kalau ketemu kamu itu sebuah kebetulan?
-------------------
      Aku yakin, Tuhan tak pernah menciptakan sebuah kebetulan..
Aku bertemu kamu, hari ini, detik ini, besok, lusa, minggu depan atau kapanpun, itu pasti adalah rencanaNya. Namun perkara untuk apa kita semua dipertemukan di bumi ini, biarlah waktu dan bagaimana cara kita mencari jawabannya.
       Hei, biar agak romantis sedikit, aku mau sedikit bercerita. Alkisah aku bertemu dengan seorang pria... *caelah
       Intinya aku belum mengenalnya lah..
       Tiba-tiba dia menepuk punggung dan memanggil namaku, "Naya.."
       Apa ini sebuah kebetulan? Darimana pria semampai yang belum kukenal ini tahu namaku dengan persis?
      Singkat cerita, akhirnya aku tau nama pria itu setelah sempat ngobrol beberapa saat. Ya, nama laki-laki itu Raffa. Nama yang indah menurutku.
       Tidak sulit juga menggambarkan dirimu, Raffa. Kamu tidak begitu tampan dengan tinggi dan berat badan wajar seperti orang kebanyakan. Dengan gaya berpakaian yang santai dan cara bicaramu yang menyenangkan, untuk saat ini aku bisa bilang kamu cukup mudah membaur, setidaknya denganku, hehe.
        Hari ini, di pertemuan pertama kita, kamu memakai kemeja kotak-kotak berwarna biru yang tidak dikancing dengan kaos oblong berwarna putih di bagian dalam dipadankan dengan celana jeans warna senada dengan sepatu kets abu bertali. Oh iya, kamu juga pakai topi berwarna hitam dan sebuah jam yang melingkar di tangan kanan. Terlihat santai sekali.
       Kita bercanda, tertawa walau singkatnya waktu tak bisa ditepiskan.
***
       "Hei.." katamu di sebuah acara lainnya.
        Aku pikir tak akan ada lagi pertemuan kedua untuk kita. Ternyata kamu disini, Raffa. Tahu perasaanku? Senang, pasti. Kamu menyenangkan.
       Apa ini sebuah kebetulan? Bagaimana kalau setelah ini kita akan dipertemukanNya berulang kali? Bagaimana kalau nantinya pertemuan-pertemuan kita ini akan mengandung sebuah arti? Bagaimana kalau aku harus menarik pelajaran dari semua ini?
        Apakah ini sebuah kebetulan?
        Apakah kita akan bisa menjadi teman? Teman baikkah? Atau sahabat? Atau justru sebaliknya? Lalu bagaimana akhir dari pertemuan panjang kita nantinya? Jangan-jangan kita hanya akan berakhir menjadi musuh? Atau malahan jangan-jangan kita... Jodoh?
        Ha..ha..ha.. sepertinya terlalu jauh ya aku berpikirnya. Tapi untuk saat ini, kamu cukup mencuri perhatianku, Raffa.
***

0 komentar: