"Cinta"
"Ya?"
"Kenapa kamu ada dan memberi warna?"
"Aku?"
"Ya, kamu.."
"Aku hanyalah aku. Benarkah aku telah memberi warna?"
"Tentu saja. Kamu membuatku bahagia"
"Mungkin karena aku memang tercipta untuk memberi kebahagiaan?"
"Bisa jadi. Tapi bagaimana caranya aku mengungkapkan?"
"Mengungkapkan apa?"
"Kalau aku sedang mencinta"
"Kamu cukup diam. Biarkan hatimu yang bicara. Dia akan merasa"
"Apa benar?"
"Kamu lihat ibumu. Betapa besar pengorbanannya melahirkanmu? Itu cinta yang tak terucap"
"...."
"Kamu lihat matahari yang setia menyinari bumi? Itu juga cinta yang tak terucap"
"Lalu?"
"Buktikanlah. Bukan dengan sekedar kata. Itu lebih bermakna"
Bekasi, 4 Desember 2015
0 komentar:
Posting Komentar