Komunitas Peduli Pendidikan Anak Jalanan Bekasi,
atau yang singkatnya disebut KOPPAJA Bekasi adalah sebuah komunitas dari
kalangan Mahasiswa dan Pekerja yang menyelenggarakan
pendidikan nonformal untuk anak jalanan dan dhuafa.
Saat ditanya tentang kesan selama belajar di
KOPPAJA, Dengan antusias, anak-anak didik KOPPAJA mengaku sangat senang
mendapat pelajaran dan keluarga baru. “Aku senang punya teman baru disini, belajar
bareng, trus bisa jalan-jalan sama kakak-kakaknya. Kemarin aku ke TMII” ujar
Ismi, salah satu anak didik di KOPPAJA Bekasi.
Meski siang itu sedang
berlangsung kegiatan belajar mengajar, namun tidak terlihat adanya ekspresi
jenuh dalam wajah anak didik. Mereka saling berebut menjawab setiap kali
relawan pembimbing mengajukan pertanyaan.
Menurut Pendiri KOPPAJA
Indonesia, Syafei, saat itu ia melihat adanya potensi dalam pengembangan
pendidikan anak jalanan di Bekasi, bahkan survei mengatakan setidaknya ada 470
anak jalanan terdaftar di Bekasi pada tahun
2013.
KOPPAJA kini telah
mempunyai cabang di Bekasi, Jakarta, Bogor, dan Kalimantan. Dimana keempatnya
berada di bawah naungan KOPPAJA Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa komunitas
ini tidak main-main dalam menjalankan visinya untuk menekan jumlah anak jalanan
yang putus sekolah. “Awalnya, saya dan
teman-teman hanya melakukan riset untuk pemenuhan nilai tugas character building di kampus, karena
merasa sayang untuk ditinggalkan, akhirnya di lanjutin terus.. nggak nyangka
bisa sebesar ini” ujar Syafei saat dihubungi via jaringan seluller.
Di Bekasi sendiri, KOPPAJA
telah membina sekitar 40 anak didik yang terdiri dari pengamen, Pemulung, dan
Dhuafa. Dimana enam diantaranya telah diikutsertakan dalam program kejar paket
dan telah mendapat Ijazah.
“Kita punya komitmen untuk
komunitas ini, dimana komitmen itu adalah amanah yang harus dijalankan. Apalagi
banyak mimpi anak-anak disini” ujar Ketua KOPPAJA Bekasi, Gilang Muhammad,
sambil menunjukkan hasil karya anak didik yang mencantumkan mimpi-mimpinya”
Menurut mahasiswa berusia
21 tahun ini, KOPPAJA berdiri tidak lepas dari dukungan berbagai pihak seperti
orang tua murid, warga sekitar, dan pejabat-pejabat daerah. Dengan adanya
hubungan yang baik, maka akan tercipta hubungan saling menguntungkan antara
KOPPAJA dengan masyarakat.
Di lingkungan Kampung
Buaran, KOPPAJA sudah bukan lagi hal asing. Menurut penuturan Retno Dewi,
seorang warga yang sekaligus wali murid mengaku, lebih aman jika anaknya ikut
kegiatan positif seperti KOPPAJA.
“Selain belajar, kan
KOPPAJA suka ajak anak saya jalan-jalan. Saya sih seneng aja, soalnya anak-anak
kan nggak pernah ke tempat wisata.. udah percaya juga sama kakak-kakaknya.
Harapannya, semoga KOPPAJA maju terus” tutup Retno. (FS)
0 komentar:
Posting Komentar