Rabu, 23 Desember 2015

Kenapa Wanita 'Sulit' Masuk Surga?

0

Bismillah..

Masuk surga adalah dambaan setiap insan. Setiap muslimah pasti menginginkan ridha ALLAH Ta'ala dan menjadi penghuni surga. Namun, tidak semua orang bisa memasukinya.

Bahkan, ada beberapa golongan wanita yang bukan saja tidak bisa masuk surga, bahkan mereka tidak bisa mencium bau SURGA-NYA ALLAH AZZA WA JALLA.

(1)> WANITA yang menyemir rambutnya

Khususnya menyemirnya dengan warna hitam, Berikut Berdasarkan Hadits:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,(artinya):

“Pada akhir zaman nanti akan ada orang-orang yang mengecat rambutnya dengan warna hitam seperti warna mayoritas dada merpati, mereka tidak akan mendapat bau surga.”
(HR. Abu Daud; shahih)

(2)> WANITA yang minta CERAI tanpa Suatu Alasan yang Jelas:

“Siapa pun wanita yang meminta talak pada suaminya tanpa alasan maka bau surga haram baginya.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad; shahih)

(3)> MEMALSUKAN NASAB.

Yakni WANITA yang mengaku keturunan orang lain.

Nasab merupakan salah satu hal yang dijaga oleh agama. Seorang wanita yang mengaku-aku sebagai anak orang lain yang bukan ayahnya, ia dijauhkan dari surga dan mendapat ancaman tidak dapat mencium bau surga. Islam juga melarang seseorang dinisbatkan (bin atau binti) kepada orang tua angkatnya.

“Barangsiapa mengaku keturunan dari orang lain yang bukan ayahnya sendiri tidak akan mendapatkan bau surga. Padahal bau surga telah tercium pada jarak tujuh puluh tahun, atau tujuh puluh tahun perjalanan.”
(HR. Ahmad; shahih)

(4)> WANITA yang SOMBONG

Sombong adalah pakaian Allah. Hanya Allah yang berhak sombong karena Dialah pemilik dan penguasa segalanya. Adapun manusia yang sombong, ia tidak dapat masuk surga dan tidak dapat mencium bau surga. Bahkan, meskipun kesombongannya kecil, seberat biji sawi.

Hadits ini disepakati keshahihannya oleh para ulama yang menunjukkan bahwa kesombongan, sekecil apapun, membuat pelakunya tidak masuk surga.

“Tidak masuk surga, seseorang yang di dalam hatinya ada kesombongan, meskipun seberat biji sawi”
(HR. Muslim).

(5)> WANITA yang menuntut ilmu akhirat untuk tujuan DUNIAWI

Mempelajari ilmu agama, ilmu syariat, ilmu akhirat, adalah aktifitas mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Bahkan diperintahkan. Namun, jika ilmu agama dicari untuk tujuan duniawi, maka ancamannya sungguh mengerikan. Tidak bisa mendapatkan bau surga.

“Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya untuk Allah, namun ia tidak menuntutnya kecuali untuk mencari dunia, maka pada hari kiamat ia tidak akan mendapatkan bau surga.”
(HR. Ibnu Majah, Abu Daud dan Ahmad; shahih)

(6)> WANITA yang berpakaian tapi TELANJANG.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat:

(1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan

(2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian."
(HR. Muslim no. 2128).

Wanita yang berpakaian tetapi telanjang.
Ada beberapa tafsiran yang disampaikan oleh Imam Nawawi:

1- wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya.

2- wanita yang menutup sebagian tubuhnya dan menyingkap sebagian lainnya.

3- wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan warna badannya.

(7)> WANITA yang kepalanya seperti punuk ONTA yang miring

Maksudnya adalah wanita yang sengaja memperbesar kepalanya dengan mengumpulkan rambut di atas kepalanya seakan-akan memakai serban (sorban). (Lihat Syarh Shahih Muslim, terbitan Dar Ibnul Jauzi, 14: 98-99).

Wanita yang maa-ilaat wa mumiilaat
Ada beberapa tafsiran mengenai hal ini:

1- Maa-ilaat yang dimaksud adalah tidak taat pada Allah dan tidak mau menjaga yang mesti dijaga. Mumiilaat yang dimaksud adalah mengajarkan yang lain untuk berbuat sesuatu yang tercela.

2- Maa-ilaat adalah berjalan.

-------------
Sungguh, Allah menjanjikan nikmat di surga. Alasan-alasan diatas bukannya membuat wanita disudutkan, tapi justru bentuk kecintaan Allah terhadap wanita-wanita dengan menunjukkan bagaimana cara mendapat Jannah-Nya.

Semoga bisa menjadi pengingat yang memberi manfaat :)

Sebagian besar disalin dari tulisan milik : Sunarsih Sinar Kharimatunnisa

Jumat, 11 Desember 2015

Aku Lupa Kau Pencemburu

0

Salahnya, aku lupa kalau Kau begitu pencemburu..
yang tak pernah ingin diduakan..
yang tak pernah ingin dilupakan..

Salahnya, aku lupa kalau Kau begitu pencemburu..
aku lupa..
Betapa istimewanya cinta itu..
Aku lupa bahwa hanya Kau, sesempurnanya cinta itu..

Kau lah si pemilik rindu yang paling dalam..
Kau lah yang paling kuasai hatiku..
Mohonku, jangan pergi..
Jangan tinggalkan aku..

Aku tahu..
Kau juga lah, si pemaaf itu..
Berapa kalipun aku berlari..
Saat ku kembali, dengan setianya Kau menanti..

Terimakasih untuk kesempurnaan cintaMu, Rabbi..

Jumat, 11.12.15
02.49

Minggu, 06 Desember 2015

Karena Tuhan Tak Pernah Ciptakan Sebuah Kebetulan

0

Bismillah :)

"Hai, Halo... kebetulan banget ya kita ketemu disini.." katamu.

Benarkah kebetulan?
Faktanya, tuhan telah punya garisan takdir untuk kita. Mulai dari lahir sampai nantinya kita dipanggil untuk kembali. Lalu, bagaimana ceritanya kalau ketemu kamu itu sebuah kebetulan?
-------------------
      Aku yakin, Tuhan tak pernah menciptakan sebuah kebetulan..
Aku bertemu kamu, hari ini, detik ini, besok, lusa, minggu depan atau kapanpun, itu pasti adalah rencanaNya. Namun perkara untuk apa kita semua dipertemukan di bumi ini, biarlah waktu dan bagaimana cara kita mencari jawabannya.
       Hei, biar agak romantis sedikit, aku mau sedikit bercerita. Alkisah aku bertemu dengan seorang pria... *caelah
       Intinya aku belum mengenalnya lah..
       Tiba-tiba dia menepuk punggung dan memanggil namaku, "Naya.."
       Apa ini sebuah kebetulan? Darimana pria semampai yang belum kukenal ini tahu namaku dengan persis?
      Singkat cerita, akhirnya aku tau nama pria itu setelah sempat ngobrol beberapa saat. Ya, nama laki-laki itu Raffa. Nama yang indah menurutku.
       Tidak sulit juga menggambarkan dirimu, Raffa. Kamu tidak begitu tampan dengan tinggi dan berat badan wajar seperti orang kebanyakan. Dengan gaya berpakaian yang santai dan cara bicaramu yang menyenangkan, untuk saat ini aku bisa bilang kamu cukup mudah membaur, setidaknya denganku, hehe.
        Hari ini, di pertemuan pertama kita, kamu memakai kemeja kotak-kotak berwarna biru yang tidak dikancing dengan kaos oblong berwarna putih di bagian dalam dipadankan dengan celana jeans warna senada dengan sepatu kets abu bertali. Oh iya, kamu juga pakai topi berwarna hitam dan sebuah jam yang melingkar di tangan kanan. Terlihat santai sekali.
       Kita bercanda, tertawa walau singkatnya waktu tak bisa ditepiskan.
***
       "Hei.." katamu di sebuah acara lainnya.
        Aku pikir tak akan ada lagi pertemuan kedua untuk kita. Ternyata kamu disini, Raffa. Tahu perasaanku? Senang, pasti. Kamu menyenangkan.
       Apa ini sebuah kebetulan? Bagaimana kalau setelah ini kita akan dipertemukanNya berulang kali? Bagaimana kalau nantinya pertemuan-pertemuan kita ini akan mengandung sebuah arti? Bagaimana kalau aku harus menarik pelajaran dari semua ini?
        Apakah ini sebuah kebetulan?
        Apakah kita akan bisa menjadi teman? Teman baikkah? Atau sahabat? Atau justru sebaliknya? Lalu bagaimana akhir dari pertemuan panjang kita nantinya? Jangan-jangan kita hanya akan berakhir menjadi musuh? Atau malahan jangan-jangan kita... Jodoh?
        Ha..ha..ha.. sepertinya terlalu jauh ya aku berpikirnya. Tapi untuk saat ini, kamu cukup mencuri perhatianku, Raffa.
***

Jumat, 04 Desember 2015

How To Say I Love You?

0

"Cinta"
"Ya?"
"Kenapa kamu ada dan memberi warna?"
"Aku?"
"Ya, kamu.."
"Aku hanyalah aku. Benarkah aku telah memberi warna?"
"Tentu saja. Kamu membuatku bahagia"
"Mungkin karena aku memang tercipta untuk memberi kebahagiaan?"
"Bisa jadi. Tapi bagaimana caranya aku mengungkapkan?"
"Mengungkapkan apa?"
"Kalau aku sedang mencinta"
"Kamu cukup diam. Biarkan hatimu yang bicara. Dia akan merasa"
"Apa benar?"
"Kamu lihat ibumu. Betapa besar pengorbanannya melahirkanmu? Itu cinta yang tak terucap"
"...."
"Kamu lihat matahari yang setia menyinari bumi? Itu juga cinta yang tak terucap"
"Lalu?"
"Buktikanlah. Bukan dengan sekedar kata. Itu lebih bermakna"

Bekasi, 4 Desember 2015

Rabu, 02 Desember 2015

Andai Aku..

0

Andai aku bisa hentikan waktu, ambil kamera lalu mengabadikan senyum itu tanpa ada seorangpun yang tau..
Pasti itu hanyalah ketidakmungkinan yang aku harapkan..
Seperti mengharap setetes embun untuk senja hari..
Semuanya hanya terekam di pikiranku. sebagai memori manis, mungkin..
Aku merekamnya dengan jelas. Senyummu, detik-detik sebelum semuanya berlalu..
Hanya tentang seberapa lamakah otakku akan terus mengingatnya? Itu sesuatu yang takkan kutahu..
Ah, Biar saja..
Terimakasih untuk senyummu sepersekian detik itu, ya.. :")

Bekasi. 12.11.15
#latepost