"Wah! nggak nyangka ya, kita ketemu lagi disini. Di situasi dan kondisi yang beda setelah sekian tahun.." Rana memeluk Syifa sambil tersenyum sumringah, "Hampir pangling lho, aku, kalau kamu nggak nyapa duluan tadi..."
Sekejap lalu, mereka baru saja menyadari keberadaan masing-masing. Syifa yang sedang sibuk mencari buku di toko buku kesayangan itu tak menyangka kalau Rana menjadi karyawan yang baru dua minggu ini bekerja di tempat itu. Suasana sepi pun berubah menjadi ajang reuni antara dua sahabat karib yang sudah lama terpisah dan tak saling sapa. Antara Syifa dan Rana, yang dulunya tak terpisahkan kemanapun pergi.
"Kamu gimana sekarang? udah jadi sarjana muda, ya?" canda Rana. Ia menyusun lagi beberapa tumpukan buku yang berserakan tak karuan.
"Ah, bisa saja... Aku nggak sepandai kamu, Ran..." Syifa tahu, Rana selalu bisa diperhitungkan prestasinya di sekolahnya dulu. Bahkan ia sukses juga meraih predikat lulusan terbaik di SMP sampai SMA. Tapi sayang, keadaan ekonomi tak mendukungnya. Meski sebenarnya Rana diterima di salah satu universitas negeri di Surabaya. Tapi ia lebih memilih bekerja dan menjaga orang tuannya yang sakit-sakitan di Jakarta.
"Hahaha... Lalu sekarang sibuk apa?"
"Kuliah aja, lg cari referensi untuk skripsi, Ran"
***
Guys, pernah nggak sih kita alami sebuah fase dimana kita bertemu pertama kali dengan orang yang pada akhirnya jadi seseorang yang benar-benar dekat dengan kita? Yang akrab satu sama lain...
Pasti pernah kan?
Ya, semua orang alami itu. Saat kita menemukan sahabat kita, misalnya... :)
Tapi, apa itu berlangsung untuk selamanya? Kadang-kadang, kita cuma berpikir 'yang penting nikmati hari ini aja' sampai kita akhirnya lupa kalau dalam setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan... :)
Ya, nggak akan ada pertemuan yang berlangsung selamanya di dunia yang fana ini. Apapun. Termasuk dua orang yang kembar sekalipun, pasti ada masanya ketika mereka harus terpisahkan. Entah hanya terpisah jarak tinggal yang jauh, waktu bertemu yang sedikit, atau pahitnya, terpisah karena kematian alias takdir. Perpisahan inilah yang terkadang membuat setiap orang menyesal karena tak 'memanfaatkan' jeda antara pertemuan dan perpisahan... :') *mulai melow*
Percayalah. Siapa sih yang mau momen-momen indah bersama orang-orang kesayangan pergi? Jawabannya pasti nggak ada. Tapi itulah resiko hidup. Kalau Yang Maha Berencana maunya kita ditinggalkan, terus kita mau berbuat apa?
Cuma satu hal yang bisa kita lakukan, dear. Hargai jeda itu. Ya! Dengan kita menghargai setiap momen antara pertemuan dan perpisahan itu, insyaaAllah kita nggak akan menyesal saat Allah memisahkan. Karena Allah yang mempertemukan, maka biar Allah pula yang memisahkan dengan caranya yang indah.. :)
Kenapa harus menghargai jeda itu?
Karna kita nggak pernah tahu, dear. Apa Allah punya rencana untuk mempertemukan lagi seperti kisah Rena dan Syifa di atas, atau nggak.
Kalau ada 'kesempatan kedua', ya hargai lagi. Perbaiki kesalahan yg pernah dibuat dimasa lalu, dan ubah jadi momen baru yg indah.. :)
Karna setiap orang pasti punya kesalahan, kan, dear...
Tapi kalau Allah nggak kasih 'kesempatan kedua' di lain hari? Untuk itulah fungsinya menghargai jeda setelah pertemuan dan sebelum perpisahan..
Jangan sampai kita menyesal nantinya, dear... :')
Jaga perilaku, jangan melukai hati setiap orang yang bertemu kita, karna kita nggak pernah tahu apa yang akan terjadi kemudian :)
See yaa,
@Fatmashely_
Posted via Blogaway
0 komentar:
Posting Komentar