Minggu, 29 November 2015

Selamat Malam, Cinta!

0

Bismillah :)

Pernah merasa jatuh cinta? Pasti pernah dong ya..
Sama lah kayak Shely yang sedang dan selalu jatuh cinta meskipun diam-diam :")
Ihiww..

Lalu apa?
--------------------------
      "Hai, selamat malam, Cinta!," katamu sambil menepuk pundakku dari belakang.
       Aku tersentak, reflek berucap, "Selamat malam, eh.." kaget saat kulihat wajah siapa yang rupanya menyapaku dengan senyuman. Itu kamu. Benar-benar kamu.
       Yaampun, andai aku boleh berteriak untuk lukiskan betapa bahagianya aku malam ini, maka akan aku lakukan sekencang-kencangnya! Kamu tau? Beberapa menit lalu aku baru saja iseng-iseng terpikir....
       Dan keisenganku ini jadi nyata?

***
      Hari ini sih rencananya aku ingin membeli buku di salah satu mal di sekitaran Bekasi. Aku akan ajak Alika. Tanpa pikir panjang kurogoh tas ransel kesayangan untuk mencari handphone dan mencari kontak Alika di BBMku. Sementara kutunggu balasan dari Alika--dan aku yakin Alika pasti menyetujuinya--aku lanjutkan pekerjaanku. Huh! Masih ada setumpuk file yang belum kuinput datanya ke komputer. Penat betul rasanya. Itulah mengapa rasanya aku butuh refreshing sore ini.
      Deg!
      Tiba-tiba aku merasa seseorang memperhatikan. Perlahan kulirikkan mataku ke arah kiri dan dengan mulus kutangkap sebuah senyuman yang menyapa tatapan mataku.
     "Eh, kenapa?" Kataku. Kikuk.
      "..." Kamu hening. Tak berapa lama kamu palingkan wajah, pergi sambil berkata, "nggak apa-apa kok,"
      Ya Tuhan! Andai aku bisa hentikan waktu. Pasti kan kuambil kamera untuk abadikan senyum itu tanpa ada seorangpun yang tau.

***
       "So, ada kabar baik apa hari ini?" Kalimat sapaan Alika saat berhasil menemukan aku di KFC, tempat biasa kami meeting point.
       Aku hanya diam sambil menyeruput minuman. Mengangkat bahuku bermaksud bilang kalau aku nggak tau mesti cerita apa.
       "Bagi ceritanya dong yang lagi fallin love," ujarnya sambil pasang tampang berharap dan menopang dagu di punggung tangannya. Sahabat kecilku ini memang selalu tau apa yang aku rasakan, termasuk saat aku jatuh cinta.
       "Lagi nggak minat cerita ah. Yuk langsung ke gramedia aja," kataku sambil menarik tangan Alika, mengajaknya pergi.

***
      Mundur. Aku perlahan melangkah mundur saat menyadari bahwa seseorang yang ada di balik rak buku itu kamu. Ah, semoga kamu nggak sadar kalau aku juga ada disini.
      Sementara kamu sibuk dengan bukumu, aku berusaha mencari--atau berpura-pura mencari--Alika. Dimana ya dia? Mataku mulai jelalatan sementara dadaku tak hentinya berdegup kencang.
       Terus saja aku melangkah sampai aku terlupa kalau aku tadi mencari Alika. Yang kupikir hanyalah bagaimana mennghindari kamu saat ini. Sepanjang langkahku, beberapa sampul buku sempat kuintip gambarnya. Namun hasilnya nihil. Aku bahkan nggak tertarik untuk membacanya walau sedikit saja. Ini rasanya sudah nggak wajar. Aneh.
      "Hei..! Kemana aja sih?" Kata Alika. Aku tersenyum simpul.
      "Udah nemu buku yg dicari?"
       Aku menggeleng. Padahal sudah dua jam aku keliling nggak jelas.
        "Gue mau bayar ini aja dulu deh. Lo masih mau nyari buku atau gimana?" Tanya Alika.
       ".... nggak jadi, gue nganter lo aja," ucapku.
        Alika menatapku dengan pandangan mata yang aneh. Aku sadar dia heran. Bahkan, keheranan Alika ini masih berlanjut sampai kami berdiri di depan kasir.
       "Lo kenapa sih, Cin? Celingukan aja dari tadi?"
       "Hehe" aku nyengir, "nggak apa-apa,"
       Alika lalu membayar bukunya dan keluar dari toko buku.
       Ah, Sepertinya kamu sudah lebih dulu pulang.
***
       Sore itu, entah perasaan macam apa yang mengisi rongga dada. Hampa. Bahkan Alika pun nggak aku perhatikan saat bicara. Padahal kami dari tadi sudah keliling-keliling, masuk keluar tenant yang ada di mal, tapi nggak ada satupun yang menarik perhatianku.
       Cuma satu yang terpikirkan. Kamu.
       Aku benar-benar ingin lihat kamu lagi. Setidaknya sebelum keluar mal.
       "Kalau aku ketemu kamu lagi, kita jodoh," kataku dalam hati. Iseng saja. Meski ada juga separuh harapan.

***
Bekasi. 30 Nov 2015